Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Dilaporkan Warganya ke Polisi, Ini Dalih Kades Gumukmas

Dilaporkan Warganya ke Polisi, Ini Dalih Kades Gumukmas Heri Sutikno, warga Desa Gumukmas yang melaporkan kades setempat ke Polres Jember atas dugaan penggelapan uang sisa penjualan tanah. (Foto: Ist)
JEMBER, PENA NUSANTARA - Kepala Desa (Kades) Gumukmas, Jember, dilaporkan oleh warganya ke Mapolres Jember, terkait dugaan penggelapan uang jual beli tanah. Pelapor mengaku geram, karena sisa uang pembayaran tanah milik keluarganya tak diserahkan oleh sang Kades, padahal pembeli telah melunasi sisa pembayaran uang tersebut.

“Awalnya kami menjual tanah seluas 650 meter persegi pada 11 Nopember 2016 lalu. Tanah itu milik ibu kami sendiri dengan data dukung surat kuasa yang dibeli oleh Sutamah warga sini [Desa Gumukmas] seharga Rp67 juta dengan diberi uang tanda jadi atau uang muka sebesar Rp8 juta," kata Heri Sutikno, Sabtu (11/11/2017) kemarin. Warga Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan Gumukmas ini mengaku sebagai korban dugaan penggelapan uang jual beli tanah yang dilakukan oleh Kades.

Menurut Heri, ketika ditanyakan sisa uang pembayaran itu, pembelinya mengatakan jika uang tersebut sudah dibayarkan kontan dan diterima oleh Kades Gumukmas. Sehingga pihaknya terkejut ketika mendengar pengakuan pembeli kalau uangnya sudah dibayarkan dan diterima oleh Kades dengan dibuktikan tanda terima berupa kwitansi yang ditanda tangani oleh Kades.

Ia merasa heran, kok bisa uang penjualan tanah itu diterima oleh Kades, padahal yang menjual adalah dirinya. Karena merasa tak kunjung menerima uang dari hasil penjualan tanahnya, kemudian Heri melaporkan Kades setempat kepada pihak yang berwajib.

"Sudah hampir setahun berjalan ini kami menunggu uang hasil penjualan tanah, namun tak kunjung ada kejelasan. Padahal sama pihak pembeli sudah dibayar lunas," keluhnya.

Heri melaporkan kasus tersebut ke Polres Jember pada Kamis 9 Novemper kemarin. Dirinya juga mengaku telah dimintai keterangan atas laporan tersebut oleh penyidik Polres Jember, bahkan keterangan yang Ia sampaikan cukup lengkap, karena dimulai sejak pagi hingga sore hari.

"Kami berharap kepada pihak yang berwajib bisa menyelesaikan kasus ini," tuturnya.

Dikonfirmasi lewat telepon, Kades Gumukmas, Bambang Winarko, berdalih keterlibatan dirinya dalam jual beli tanah itu hanya menjadi penengah antara masalah utang piutang antara pelapor dengan kakaknya. Ia beralasan, sebagai kepala desa dirinya harus menengahi konflik warganya biar tidak terjadi pertengkaran antar saudara.

"Sebelum terjadinya jual beli tanah, yang bersangkutan [Heri Sutikno] ini mempunyai utang kepada kakaknya dan sering terjadi cek-cok ketika ditagih. Baru dari sinilah kami beretikad baik untuk menyelesaikan masalah utang-piutang tersebut," dalihnya.

Ia membantah dan menyatakan tidak benar, terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya dirinya yang diduga menggelapkan uang sisa hasil penjual tanah itu. Meski begitu, Ia mengakui bahwa telah mengambil uang sisa penjualan tanah tersebut, tetapi atas persetujuan yang bersangkutan yang saat itu dihubungi lewat telepon selular.

"Barulah kami berani mengambil sisa uang penjualan tanahnya. Karena dia percaya, kami selaku kepala desa dengan bukti berupa kwitansi yang kami tanda tangani. Uang tersebut Kami bawa yang sebetulnya untuk menyelesaikan masalah utang-piutang dengan saudaranya," ujar dia.

Bambang menjelaskan, total uang penjualan yang tertera di kwitansi sebesar Rp67 juta, yang sebelumnya diminta oleh pelapor sebagai uang muka sebesar Rp8 juta. Meski sejatinya, tanah itu laku sebesar 61 juta, namun karena ada perantaranya akhirnya disepakati Rp67 juta sebagaimana yang tertera di kwitansi.

"Bahkan perantaranya itu ialah suami dari pembeli tanah tersebut yang sudah menerima uang dahulu berupa uang DP itu tadi," tandasnya. (*)


Kapolres Jember Raih Penghargaan Polisi Teladan
Senin, 09-09-2019 - 11:00:00

Kapolres Jember Raih Penghargaan Polisi Teladan

JEMBER, PENA NUSANTARA - Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo kembali mendapatkan penghargaan prestisius di jajaran Polda Jawa Timur. Perwira menengah . . .
Headline | 369 Kali dibaca
Cakades di Jember Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pencurian Kayu
Sabtu, 07-09-2019 - 13:00:00

Cakades di Jember Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pencurian Kayu

JEMBER, PENA NUSANTARA – Calon Kades (petahana) Rambigundam, Mangsur harus berurusan dengan kepolisian setelah dilaporkan . . .
Headline | 628 Kali dibaca
Sumiyati Lanjutkan Pengabdian Mendiang Suami Jadi Kades Gumuksari
Jumat, 06-09-2019 - 08:00:00

Sumiyati Lanjutkan Pengabdian Mendiang Suami Jadi Kades Gumuksari

JEMBER, PENA NUSANTARA - Pengabdian mendiang Suwarno untuk memajukan Desa Gumuksari akhirnya bisa dilanjutkan oleh istrinya, Sumiyati. Ya, nama terakhir . . .
Headline | 470 Kali dibaca
Cakades Harjomulyo Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Dokumen
Senin, 29-07-2019 - 21:00:00

Cakades Harjomulyo Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Dokumen

JEMBER, PENA NUSANTARA - Tensi pertarungan Pilkades di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo sedikit memanas. Pasalnya, salah satu bakal calon kepala . . .
Headline | 737 Kali dibaca
Top