Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Pengurusan Adminduk di Dispendukcapil Jember dihargai 110 Ribu per Berkas

Pengurusan Adminduk di Dispendukcapil Jember dihargai 110 Ribu per Berkas Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo
JEMBER, PENA NUSANTARA - Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Dispendukcapil Jember pada Rabu (31/10) malam oleh Tim Saber Pungli. 

Dari OTT, Tim Saber Pungli yang terdiri dari unsur Polres Jember, Kejaksaan Negeri Jember, dan Pemkab Jember itu menyita sejumlah uang dan mengamankan 20 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi di Mapolres.

Mereka yang dijadikan saksi diantaranya, Kepala Dispendukcapil Sri Wahyuniati, 3 kepala bidang, staf, dan orang sipil diduga calo yang melakukan kegiatan memungut biaya untuk pengurus Adminduk berupa e-KTP, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran. 

"Belum ada (ditetapkan) tersangka. Mereka masih dalam proses pendalaman sebagai saksi. Diantaranya Kepala Dispendukcapil Pemkab Jember," ujar Kapolres kepada sejumlah media saat press conference di Mapolres, Kamis (01/11). 

Kapolres mengungkapkan, OTT ini berawal dari sejumlah keluhan masyarakat yang kesulitan dalam pengurusan adminduk. Kemudian, ada bocoran kalau tidak ingin mengantre dan cepat diproses pemohon bisa melalui jalur khusus dengan membayar sejumlah uang. Padahal, pengurusan adminduk itu gratis. 

"Dari situ kita melakukan penyelidikan kurang lebih selama 2 bulan. Kita (OTT) bisa mengamankan uang senilai Rp. 10.100.000, dan mengamankan 20 orang untuk dimintai keterangan," urainya. 

Dari keterangan saksi didapat informasi, biaya per berkas yang harus dibayar pemohon sebesar Rp. 110.000,- untuk pengurusan adminduk. 

Kapolres meminta masyarakat bersabar menunggu untuk mengetahui siapa dalang dibalik pungli di Dispendukcapil Jember. Tim Saber Pungli, katanya, sangat berhati-hati dalam kasus ini. 

"Sabar ya, percayakan kepada Polres Jember untuk secepatnya memutus mata rantai pungli," pintanya. 

Sementara, Kasi Pidana Khusus Kejari Jember Rahardi Hardian menyampaikan, sebelum melakukan OTT Kejari dan Polres Jember telah melakukan pengintaian sejak lama.

Menurutnya, adanya pungli ini karena proses pembuatan adminduk butuh waktu lama apalagi antrean setiap hari cukup panjang di Dispendukcapil. Sehingga, masyarakat memilih untuk menggunakan jasa calo untuk mempercepat pengurusan dengan membayar sejumlah uang.


Sebarkan Ujaran Kebencian di Grup FB Jember Warga Riau Dipolisikan
Selasa, 14-05-2019 - 22:00:00

Sebarkan Ujaran Kebencian di Grup FB Jember Warga Riau Dipolisikan

JEMBER, PENA NUSANTARA - Dikenal dengan sebutan Slamet IWJ. Nama belakangnya merupakan singkatan dari sebuah grup facebook yang ia dirikan, . . .
Headline | 3021 Kali dibaca
Pungli di Dispendukcapil Jember Omzet Capai 30-35 juta per Minggu
Jumat, 02-11-2018 - 16:00:00

Pungli di Dispendukcapil Jember Omzet Capai 30-35 juta per Minggu

JEMBER, PENA NUSANTARA - Kepala Dispendukcapil Pemkab Jember dan seorang calo berinisial K, ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Saber Pungli . . .
Headline | 735 Kali dibaca
OTT di Dispendukcapil Jember Hasil Laporan Masyarakat
Kamis, 01-11-2018 - 12:30:00

OTT di Dispendukcapil Jember Hasil Laporan Masyarakat

JEMBER, PENA NUSANTARA - Peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa pegawai Dispenduk tidak serta merta melupakan janji dan sayembara . . .
Headline | 268 Kali dibaca
Permudah Warga Mengurusi Adminduk Dispendukcapil Jember Luncurkan Sistem Online
Minggu, 14-10-2018 - 17:30:00

Permudah Warga Mengurusi Adminduk Dispendukcapil Jember Luncurkan Sistem Online

JEMBER, PENA NUSANTARA - Pemerintahan Kabupaten Jember dibawah pimpinan Bupati dr. Hj. Faida, MMR memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, . . .
Headline | 376 Kali dibaca
Top