Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Warrior : Prajurit Merah Perangkul ODHA

Warrior : Prajurit Merah Perangkul ODHA Foto : Istimewa
JEMBER, PENA NUSANTARA -

“Jangan dekat-dekat ODHA, nanti ketularan!”

“HIV bisa menular lewat gigitan nyamuk.”

“HIV itu penyakit orang-orang nakal.”

Mungkin beberapa stigma di atas mampu mendeskripsikan mindset masyarakat Indonesia tentang HIV/AIDS. Rendahnya pengetahuan masyarakat awam mengenai HIV/AIDS serta tingginya kasus diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) menyebabkan angka penderita HIV/AIDS semakin lama semakin bergerak naik.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Jember, prevalensi HIV/AIDS hingga April 2018 mencapai 3786 kasus, merupakan nomor dua tertinggi di daerah Jawa Timur.

Berbekal masalah-masalah tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang tergabung dalam Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA) khususnya SCORA ̶ yang memiliki ranah kerja di bidang HIV/AIDS ̶ untuk menghapus stigma negatif masyarakat terkait HIV/AIDS serta mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap HIV/AIDS.

Warrior (from World AIDS day to be saviour) merupakan project SCORA CIMSA Universitas Jember dalam memperingati Hari AIDS sedunia dengan beberapa rangkaian acara. 

Rangkaian acara pertama yaitu Rhapsody (SCORA studies HIV) merupakan kegiatan Local Peer Education Training yang diselenggarakan pada Kamis, 22 November 2018 di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Jember pukul 15.00-17.45 WIB.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait HIV/AIDS dan meyiapkan mahasiswa untuk nantinya terjun ke lapangan mengedukasi masyarakat.

Pada Rhapsody kali ini, terdapat 3 pemateri. Diawali oleh Peer Educator Trainer atau biasa dipanggil PETRA yaitu Alif Kufari angkatan 2016 yang telah terstandardisasi CIMSA nasional, memberikan materi seputar HIV/AIDS.

Antusiasme member SCORA sangatlah tinggi, mereka sibuk menyimak dan mencatat hal-hal apa saja yang nantinya akan disampaikan kepada masyarakat agar mampu meningkatkan awareness mereka terhadap HIV/AIDS.

Selanjutnya, disambung dengan talkshow yang membahas tentang HIV/AIDS di Jember. Narasumbernya ialah Kak Yudhi dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Jember dan Kak Khamid, founder dari LSM Laskar yang bergerak di bidang HIV/AIDS.

Setelah talkshow ditutup oleh moderator, acara selanjutnya ialah roleplay. Roleplay ini bertujuan melatih skill public speakingi member saat nantinya terjun langsung ke masyarakat. Ada yang memerankan untuk edukasi pada ibu-ibu, teman sebaya, stakeholder, dan sebagainya.

Rangkaian acara selanjutnya yaitu Ranking 1 SCORA. Kegiatan ini merupakan suatu perlombaan dengan sasaran anak SMA yang nantinya akan diadakan di SMA Negeri 2 Jember bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia yaitu Sabtu, 1 Desember 2018.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMA terhadap HIV/AIDS yang dikemas dalam bentuk yang aplikatif dan menyenangkan. Nantinya juga akan diadakan pemaparan materi terkait HIV/AIDS, juga ada Small Working Group yang dipandu oleh member CIMSA sendiri.

Harapannya adalah dengan diadakannya Ranking 1 SCORA ini, pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS akan semakin meningkat dan siswa mampu mengedukasi minimal teman sebaya. Siswa juga diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut saat ground campaign Hari AIDS Sedunia.

Acara puncak dari Warrior ini adalah ground campaign yang akan dilaksanakan di Car Free Day  Alun-alun Kabupaten Jember pada Minggu, 2 Desember 2018.

Kegiatan yang dilakukan antara lain edukasi masyarakat, social experiment, pemeriksaan VCT, serta march mengelilingi Alun-alun Kabupaten Jember. Dengan adanya ground campaign ini diharapkan masyarakat mampu meningkatkan awarenesss diri terhadap HIV/AIDS.

Bukan CIMSA namanya jika tidak terjun langsung ke masyarakat. Dengan diadakannya project ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Kedokteran mampu meningkatkan potensi diri yang nantinya akan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan slogan CIMSA yaitu, “Empowering Medical Student, Improving National Health”.

Selain itu Warrior juga diharapkan mampu menghapus stigma negatif masyarakat terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan meningkatkan awareness masyarakat terhadap penyakit ini.

Sesuaitagline dari Warrior itu sendiri yaitu, “from World AIDS Day to be Saviour”, diharapkan juga mahasiswa mampu menjadi pejuang untuk menekan angka HIV/AIDS terutama di Kabupaten Jember melalui edukasi pada masyarakat, serta mampu memetik semangat berjuang dari ODHA yang setiap hari selalu berusaha menjadi yang lebih baik kedepannya.


Pangdam V/Brw Tekankan Prajurit Menjauhi Pelanggaran
Jumat, 22-07-2016 - 00:00:00

Pangdam V/Brw Tekankan Prajurit Menjauhi Pelanggaran

Jember - Pangdam V/Brw Mayjen TNI I Made Sukadana, S.I.P usai membuka Bakti Sosial Operasi Gratis pada hari Jumat (22/07) . . .
Pemerintahan | 78 Kali dibaca
Top