Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Memindah KwH Meter, Warga Semboro ini Kaget Kena Denda Rp 900 Ribu

Memindah KwH Meter, Warga Semboro ini Kaget Kena Denda Rp 900 Ribu Ilustrasi
JEMBER, PENA NUSANTARA - Praktik memindahkan KwH, atau menjual KwH listrik tidak jarang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini kebanyakan terjadi saat si pemilik KwH akan pindah rumah.

Namun tidak banyak yang tahu, bahwa sebenarnya memindahkan KwH dari satu rumah ke rumah lain itu melanggar peraturan. Bahkan akibatnya si pembeli atau yang memindahkan KwH akan dikenakan denda.

Seperti yang dialami oleh warga Dusun Semboro Lor Desa Semboro Kecamatan Semboro, Mohammad Ali Dhofir. Ia mengaku didenda oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena telah membeli KwH listrik milik tetangganya 3 tahun silam.

"Saya dulu beli KwH litrik milik tetangga yang jaraknya 200 meter dari rumah, saya pindah KwH meter itu melalui seseorang. Akibatnya saya kemarin terkena denda Rp 981.703," terangnya. Jumat, (11/01).

Dirinya mengaku tidak mengetahui jika praktik pemindahan KwH listrik itu melanggar aturan, Dofir pun mengaku kaget kenapa baru sekarang diketahui oleh PLN.

"Saya fikir tidak melanggar karena sudah lama, namun setelah ada petugas ke rumah baru menyadari kalau tindakan saya itu melanggar. Resikonya KwH listrik langsung dicabut dan harus bayar denda," ungkapnya.

Sementara itu Manajer ULP Tanggul Bayu Kristanto saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya membenarkan telah ada pemutusan KwH meter milik pelanggan atas nama Mohammad Ali Dofir.

Ia menerangkan bahwa yang dilakukan pelanggan tersebut adalah tindakan tidak dibenarkan oleh PLN dan melanggar aturan PLN. Padahal, amper yang ada di rumah warga sifatnya pinjam pakai, di mana kepemilikan amper tetap di tangan PLN.

"Amper itu kan kita pinjamkan ke warga, bukan mereka beli. Fungsinya untuk menghitung besaran biaya penggunaan," jelasnya.

Bukan hanya akan didenda sebesar Rp 900 ribu, namun yang bersangkutan juga akan dikenakan tambahan biaya penyambungan baru yang mencapai Rp 975 ribu, fungsinya untuk melegalkan dia sebagai pelanggan.

"Untuk saat ini kami cabut dulu KwH meternya, yang bersangkutan harus melakukan registrasi penyambungan awal," tegasnya.


Memindahkan KwH Meter Dapat Didenda Lho, Ini Imbauan PLN!
Jumat, 11-01-2019 - 17:00:00

Memindahkan KwH Meter Dapat Didenda Lho, Ini Imbauan PLN!

JEMBER, PENA NUSANTARA - Memindahkan KwH, atau menjual KwH listrik tidak jarang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini kebanyakan terjadi . . .
Headline | 213 Kali dibaca
Pemkab Jember Launching BPNT dan KKS, Penerima Dijatah Rp 110 Ribu
Selasa, 13-11-2018 - 17:00:00

Pemkab Jember Launching BPNT dan KKS, Penerima Dijatah Rp 110 Ribu

JEMBER, PENA NUSANTARA - Pemerintah Kabupaten Jember melaunching Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) 2018 . . .
Headline | 60 Kali dibaca
Tak Berfungsi, Warga Semboro Minta Lampu PJU Diperbaiki
Jumat, 26-01-2018 - 16:06:12

Tak Berfungsi, Warga Semboro Minta Lampu PJU Diperbaiki

JEMBER PENA NUSANATARA - Warga Dusun Semboro Lor, Desa/Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluhkan matinya lampu penerangan jalan umum . . .
Peristiwa | 188 Kali dibaca
Warga Semboro Temukan Kerangka Manusia di Dalam Sumur
Jumat, 22-09-2017 - 16:35:39

Warga Semboro Temukan Kerangka Manusia di Dalam Sumur

JEMBER, PENA NUSANTARA – Warga di Kecamatan Semboro, Jember, digegerkan penemuan kerangka manusia di dalam sumur yang berada di dalam . . .
Peristiwa | 854 Kali dibaca
Top