Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Papuma di Tanah Jember Harus 'Kembali' ke Jember

-
JEMBER, PENA NUSANTARA - Pemberitaan terkait Papuma yang beberapa kali dimunculkan oleh penanusantara.id menggelitik Ketua PDIP Jember untuk ikut memberikan komentar. 

Menurut Tabroni Ayudya, SE Pantai Papuma di Kecamatan Wuluhan merupakan ikon Jember dan diharapkan pengelolaannya sepenuhnya berada di tangan Pemda. "Papuma itu ada di Jember dan seharusnya efek manfaatnya juga sepenuhnya harus bermanfaat kepada masyarakat Jember," ucapnya, Jumat (17/5). 

Bercerita soal Papuma, Tabroni sempat mengalami peristiwa tidak mengenakan saat berkunjung ke sana. Ada kesan bahwa pihak pengelola yang ada di Surabaya mengatur sepenuhnya. 

"Ke depan setelah saya resmi di parlemen (DPRD Jember) Pantai Papuma akan kita coba kaji bersama di dewan, sejauh mana pihak KBM Perhutani Surabaya mengelola wilayah pantai yang notabene milik Kabupaten Jember," kata dia. 

Sementara, Camat Ambulu Sutarman saat dikonfirmasi via telepon menyampaikan bahwa secara prinsip Papuma tidak masuk wilayah kerja Ambulu tetapi diakui jika terjadi konflik maka Kecamatan Ambulu yang mendapatkan imbasnya. 

"Memang akses untuk masuk ke Papuma melalui Kecamatan Ambulu tapi untuk izin dan lain-lain kami tidak tahu menahu. Namun, jika terjadi permasalahan seperti 3 tahun lalu saya sebagai camat ya harus terlibat menyelesaikan," jelasnya. 

Di tempat terpisah, Sistiwoko warga Desa Sumberejo, Ambulu salah satu saksi hidup yang mengetahui permasalahan di lapangan ikut memberikan pernyataan. 

"Saya beberapa kali menjadi pelaku langsung ketika kemacetan lalu lintas terjadi di musim wisata seperti liburan Tahun Baru dan liburan Idul Fitri," tuturnya. Menurut pria yang akrab dipanggil Woko itu menyebut sering terjadi konflik kepentingan antara 3 Papuma, Watu Ulo, dan Pantai Payangan. Ketiganya merupakan destinasi wisata yang jaraknya berdekatan. 

"Kalau sudah musimnya ramai lokasi jalan terabasan (tikus) ke Papuma itu jadi ajang konflik antara pengelola Watu Ulo, Payangan, dan Papuma," terangnya lagi. 

Konflik yang terjadi berkaitan dengan rebutan para wisatawan yang harus dibagi. Woko berharap ke depan akses ke Papuma bisa dikatakan untuk masuk satu arah dengan melewati wisata Watu Ulo sehingga ada imbas secara langsung dengan pihak pemerintah kabupaten.


Warga Arjasa Jember Temukan Kerangka Tak Utuh
Minggu, 10-03-2019 - 20:00:00

Warga Arjasa Jember Temukan Kerangka Tak Utuh

JEMBER, PENA NUSANTARA - Kerangka manusia yang tidak lengkap ditemukan oleh warga desa Kemuning Lor, Arjasa pada Sabtu (9/03/2019) kemarin . . .
Headline | 131 Kali dibaca
Gowes Bareng Gotada Jember Mendapat Pelayanan P3K Dinkes Jember
Minggu, 02-12-2018 - 15:00:00

Gowes Bareng Gotada Jember Mendapat Pelayanan P3K Dinkes Jember

JEMBER, PENA NUSANTARA - Dinkes Pemkab Jember, membuka pelayanan kesehatan di event Gowes Bareng Gotada Jember 2018. Event yang di . . .
Headline | 401 Kali dibaca
Pelaku Curat di Jember Menyerah Usai Ditembak Polisi
Sabtu, 01-12-2018 - 17:30:00

Pelaku Curat di Jember Menyerah Usai Ditembak Polisi

JEMBER, PENA NUSANTARA - Kepolisian Sektor Arjasa Polres Jember berhasil mengamankan DPO pelaku curat (pencuri dengan pemberatan) Kamis (30/11) malam. . . .
Headline | 348 Kali dibaca
Wakil Bupati Jember Buka Job Fair Jember 2018
Senin, 05-11-2018 - 22:00:00

Wakil Bupati Jember Buka Job Fair Jember 2018

JEMBER, PENA NUSANTARA - Berkurangnya pengangguran menjadi salah satu barometer kesuksesan pemerintahan. Upaya penurunan angka pengangguran perlu sinergi dengan semua . . .
Headline | 169 Kali dibaca
Top