Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

GSA Record, Perusahaan yang Menghidupkan Lagu-lagu Melayu Akan Hidup Kembali

GSA Record, Perusahaan yang Menghidupkan Lagu-lagu Melayu Akan Hidup Kembali Foto : Istimewa
INHIL, PENA NUSANTARA - Gema Swara Antariksa Record (GSA Record) pernah berjaya dimasanya dengan lagu-lagu melayu di Indragiri Hilir, salah satu lagu yang fenomenal waktu itu berjudul 'Bojo Telu' dalam album 'Satu Rumah Satu Sarjana'.

Pemilik perusahaan, Mucharom pada awak media mengaku kedepan akan mengaktifkan kembali. Komitmen tersebut ia sampaikan setelah bertemu dengan Event Organizer (EO) Cakrawala Production untuk diajak bekerjasama.

Sama seperti sebelumnya, Mucharom masih tertarik dengan lagu-lagu melayu karya anak negeri. Pencipta lagu melayu yang telah ia gandeng dan akan tanda tangan kontrak adalah Syamsir.

Selama ini, GSA Record vakum karena pemilik perusahaan, Mucharom disibukkan dengan kegiatan pemerintahan. Namun, kedepan Mucharom ingin membangkitkan budaya melayu di Inhil lewat nada.

Sementara Event Organizer (EO) Cakrawala Production, sejauh ini dikenal publik Inhil dengan mengadakan event besar, salah satunya, Konser/ festival Rock dut Anti narkoba, Konser Ikang Fawzy, Konser hut TNI dgn Artis2 KDI, Konser Rocktober, Lounching 4G Lte, Grand opening TOKYO style dan lain sebagainya.

Selama ini, Syamsir diam-diam akan melunculkan album baru 'Rock Melayu Pulau Burung Harapan' salah satu judul lagunya 'Pulau Burung Harapan', 'Patah Tumbuh' dan 'Hilang Berganti' serta beberapa lagu lainnya.

Lagu-lagu tersebut akan dinyanyikan oleh Djack Djamrie, beberapa lagu sudah mulai penggaran, proses shooting dilakukan di dua desa, pertama di Desa Teluk Nibung dan kedua di Desa Sungai Danai, kedua desa tersebut terletak di Kecamatan Pulang Burung.

Pencipta lagu, Syamsir pada awak media Minggu 7 Juli 2019 mengatakan, ingin dengan lagu melayu ciptaannya bisa mengajak generasi muda untuk turut serta mempertahankan dan mengembangkan budaya Inhil. Senada dengan Syamsir, Djack Djamrie juga menginginkan hal demikian.

"Kita memang telah memiliki lagu-lagu bergenre melayu kekinian. Tujuan nya adalah semoga dengan lagu-lagu ini, informasi tentang keindahan serta kebudayaan negeri kita ini dengan mudah tersampaikan kepada masyarakat luas," ujar Djack Djamrie.

Di kesempatan yang berbeda, Kepala Desa Teluk Nibung, Sucipto berterima kasih telah menjadikan desanya sebagai tempat shooting rekaman. Ia berharap lewat lagu bisa memperkenalkan pantai Teluk Nibung, "Semoga lagu ini mampu mengangkat harkat melayu," ucap Sucipto.

Kepala Desa Sungai Danai juga berkata hal yang sama, Madiah merasa bangga dengan lagu melayu yang dibawakan. Lagunya merupakan bentuk ekspresi perasaan masyarakat Inhil yang berada di pantai Desa Sungai Danai ini. 

Madiah menceritakan keindahan pantai, yang seharusnya dijadikan parawisata. "Lihatlah debur ombak menyisir pantai, dan keindahan alam suasana luas pandangan. Saya yakin kalau pantai ini diolah pasti pengunjungnya akan ramai. Alamnya sangat setrategis, yang bisa menghubungkan antara riau lautan dan daratan. "Tutur kades.


Tidak ada artikel terkait

Top