Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Ratusan Prajurit Yonif R 509/BY Digembleng Sebelum Tugas Jaga Perbatasan RI - Papua Nugini

Ratusan Prajurit Yonif R 509/BY Digembleng Sebelum Tugas Jaga Perbatasan RI - Papua Nugini Letkol Inf Wira Muharromah, Kolonel Ardi Kartono, dan Letkol Inf Rudianto di Mayonif R 509/BY

JEMBER, PENA NUSANTARA – Pengabdian sejati seorang tentara adalah ketika negara memanggilnya untuk melaksanakan tugas menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa. Pengabdian itu tidak lama lagi akan dijalankan oleh prajurit Batalyon Raider 509/BY/9/2 Kostrad yang ditugaskan dalam rangka Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI dan Papua New Guinea (PNG) di Papua.

Sebelum keberangkatan ratusan prajurit Yonif R 509/BY mendapat pembekalan dan pembinaan mental dari Kasubtalidjuang Disbintalad Kolonel Inf. Ardi Kartono di Mayonif R 509/BY pada Selasa, 9 Juli 2019.

Didampingi Kasbrig 9/2 Letkol Inf Rudianto, Danyonif R 509/BY Letkol Inf Wira Muharromah, Kolonel Ardi Kartono menjelaskan pembekalan sebelum kenerangkatan ke perbatasan RI-PNG sangat penting untuk membentuk mental prajurit yang tangguh. “Mental yang tangguh itu adalah prajurit yang beriman dan bertakwa, berjiwa nasionalis, dan militan,” tuturnya.

“Diharapkan dengan pembinaan mental ini mereka memiliki tekad yang kuat semangat yang membaja dan keikhlasan sehingga dia bisa menjalankan tugas menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan RI-PNG,” imbuhnya.

Dalam sebuah penugasan tidak jarang seorang prajurit akan mengalami stres karena beberapa faktor tertentu. Ardi menyebut salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kejenuhan. “Memang faktor kejenuhan kemudian lamanya berpisah dengan keluarga ini merupakan faktor yang harus diantisipasi oleh pimpinan,” ucapnya.

“Agar prajurit tidak mengalami penurunan moril dan semangat tadi sudah dijelaskan beberapa inovasi dalam pekerjaan yang bisa membuat prajurit tetap semangat seperti rotasi penugasan, rotasi pos, pemberian pembinaan mental. Kunjungan-kunjungan komandan kepos-pos juga berpengaruh dalam meningkatkan moril an semangat prajurit,” tandasnya.

Sementara, Danyonif R 509/BY sekaligus Dansatgas Pamtas RI-PNG Letkol Inf Wira Muharromah menyebut sebanyak 450 prajurit akan diberangkatkan pada awal Agustus atau paling lama pertengahan Agustus. Mereka akan bertugas efektif selama 9 bulan menggantikan tugas Batalyon Infanteri 725/Woroagi.

Tugas pokok 450 prajurit Yonif R 509/BY nantinya adalah menjaga perbatasan RI-PNG dengan mencegah adanya pelintas batas illegal. “Contoh warga negara PNG yang tidak memiliki surat atau dokumen yang lengkap ke masuk wilayah kita. Kedua mencegah hal illegal contohnya kayu illegal hasil alam mau pun bahan pokok yang seharusnya harus ada pajak. Dan juga mencegah maraknya narkoba, karena di wilayah PNG ini yang kami tahu banyak sekali ditanam ganja, dan narkoba yang gampang sekali masuknya ke wilayah kita. Perbatasan RI-PNG ini sangat luas tidak ada pagarnya kita tidak mampu menjaga 1 meter itu 1 orang tetapi dengan keberadaan pos yang minimal ini kita bisa optimal memberdayakan masyarakat, masyarakat menjadi mata dan telinga kita,” jelasnya.

Pentingnya peran masyarakat kata Wira mengharuskan prajurit harus selalu dekat dengan rakyat dengan cara memberdayakan masyarakat dan memberikan edukasi sesuai ideologi pancasila.



Tidak ada artikel terkait

Top