Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

BUPATI FAIDA DAN JFC MEMINTA MAAF, KETUA MUI JEMBER IMBAU SANTRI URUNGKAN AKSI

BUPATI FAIDA DAN JFC MEMINTA MAAF, KETUA MUI JEMBER IMBAU SANTRI URUNGKAN AKSI Foto : Istimewa
JEMBER, PENA NUSANTARA - Perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke 18  meninggalkan kontroversi. Salah satunya yang akan ditanggapi dengan aksi unjuk rasa oleh Aliansi Santri Jember (ASJ) pada Rabu 7 Agustus 2019. 

ASJ menyikapi tampilan bintang tamu yang juga brand ambassador JFC, Cinta Laura Kiehl dalam performnya di Grand Carnival pada Minggu (4/7) kemarin. ASJ menilai, penampilan Cinta Laura yang ditonton ribuan masyarakat terlalu seronok. 

Sementara, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo berharap ASJ untuk tidak melakukan demonstrasi setelah dilakukan pertemuan dengan para ulama. 

"Dengan adanya pertemuan ini kami minta kepada para kiai untuk menyampaikan kepada santrinya untuk tidak perlu ada aksi karena hari ini sudah tuntas semua yang menjadi harapan para kiai sudah didengar oleh bupati dan panitia JFC," ucapnya, usai pertemuan Forkompimda dengan tokoh agama, dan tokoh masyarakat dan Panitia JFC di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (6/8). 

Kendati demikian, jika ASJ tetap melakukan aksi setelah pertemuan ini, hal tersebut kata Kapolres, diperbolehkan karena unjuk rasa atau penyampaian aspirasi di depan publik oleh masyarakat telah diatur oleh undang-undang. 

"Selagi itu tidak anarkis tidak melakukan perbuatan pidana yang namanya penyampaian di muka umum boleh saja. Namun pikir kami untuk apa (unjuk rasa) toh sudah diselesaikan di sini. Namun demikian, dengan adanya pertemuan ini kami harapkan tidak perlu ada aksi lagi karena yang akan melakukan aksi pun ada di ruangan ini," tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Jember Halim Subahar mengatakan, di dalam forum Bupati Faida dan Manajemen JFC sudah meminta maaf secara lisan dan akan ditindaklanjuti dengan permintaan maaf secara tertulis. 

"Dari JFC telah memberikan pernyataan maaf dan nanti akan disusul permintaan maaf secara tertulis oleh bupati sebagai penanggung jawab even JFC ini," tuturnya. 

Keputusan yang telah disepakati bersama oleh Forkopimda, Tokoh agama, dan JFC tersebut kata Halim Subahar bisa berdampak positif. Ia pun mengimbau kepada para santri yang akan melakukan unjuk rasa untuk mengurungkan aksinya. 

"Dengan putusan tadi itu akan berdampak positif di masyarakat. Oleh karena itu karena ini sudah dirembuk bersama maka dimohon besok tidak melakukan aksi. Jadi percayakan semua aspirasi itu kepada tokoh yang tadi sudah berkumpul," harapnya.


Tidak ada artikel terkait

Top