Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Atasi Stunting di Jember Bhayangkari Luncurkan Si CAnTing

Atasi Stunting di Jember Bhayangkari Luncurkan Si CAnTing Foto : Istimewa

JEMBER, PENA NUSANTARA – Permasalahan Stunting --masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan-- belakangan ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah tetapi juga semua elemen masyarakat. Tak ketinggalan, Pengurus Cabang Bhayangkari Jember baru-baru ini meluncurkan sebuah aplikasi bernama Si CanTing sebagai wujud eksistensi mereka untuk ikut memberantas stunting.

Dilaunching langsung oleh Ketua PC Bhayangkari Jember Cut Laura Kusworo Wibowo pada Jumat (16/8) Si CanTing merupakan buku saku pintar berbasis android pencegah anak stunting. Cut Laura mengatakan, ini adalah bentuk empati dari seorang ibu khususnya ibu-ibu Bhayangkari melihat kondisi belakangan ini.

“Stunting sudah menjadi pembahasan nasional. Kita ketahui bersama bahwa ini adalah kondisi dimana anak gagal tumbuh seperti usianya, kita lihat tinggi dan berat badannya tidak normal. Dan tentunya ini berkaitan dengan gizi yang diperoleh si anak,” katanya, disela launching di Gedung Bhayangkari.

Cut Laura menilai, terjadinya stunting tidak terlepas dari kurangnya edukasi kepada masyarakat. Biasanya, seorang ibu membekali anaknya dengan nasi dan ayam, mereka pikir itu sudah cukup gizi padahal tidak. Yang kita tekankan di sini adalah bukan makanan bermerk atau mahal tetapi yang isinya mencakup ada vitamin A, B, dan C,” paparnya. Cut Laura menyebut dengan nasi, tahu, tempe, sayur dan susu menurutnya sudah sesuai komposisi.

Untuk mengatasi stunting, para Bhayangkari berencana mengunjungi setiap kecamatan untuk memberikan edukasi dan mengenalkan aplikasi Si CanTing serta penggunaan cara memakainya. Sementara ini kata Cut laura, Si CanTing hanya bisa digunakan via android.

“Caranya mudah, kita masukkan data dari anak seperti umur, berat badan, tinggi badan. Nanti akan terlihat di situ masuk kategori stunting atau tidak. Kalau si anak ternyata kategori stunting di situ ada penjelasannya bagaimana caranya mengatasi atau mencegahnya,” jelasnya.

Peluncuran Si CanTing mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Jember. Dwi Handarisasi, Kasi Keluarga Gizi dan Masyarakat mengatakan, aplikasi tersebut membantu untuk memantau status gizi balita/anak. Nilai plus dari aplikasi ini kata dia, tidak hanya memantau gizi tetapi juga memcahkan masalah gizi.

“Tidak hanya sekadar memantau status gizi balita tetapi dilengkapi dengan saran, kemudian permasalahan yang ada pada balita itu apa dan apa yang harus dilakukan oleh ibu ketika balitanya bermasalah,” urainya.

Dari data Dinas Kesehatan Jember ada 8 kecamatan masuk locus stunting di antaranya Kencong, Jelbuk, Kalisat,Panti, Ledokombo, Gumukmas. Dwi handarisasi menyebut, masyarakat ekonomi menengah ke bawah menjadi penyumbang terbanyak stunting. Kendati demikian, kelas menengah ke atas juga tidak lepas dari masalah stunting. Alasannya, ada pada perilaku pola asuh yang salah dari orang tua.

“Tahun 2014 dari dari pemantauan status gizi balita di Posyandu oleh Pemprov Jatim kita memang tinggi di atas 41%. Tapi dari hasil survei operasi timbang Februari 2019 kita sudah turu di 11%. Angka pastinya sekitar 17000 balita dan ini menjadi PR besar kita,” ungkapnya.

Dengan adanya aplikasi Si CanTing ini Dwi Handarisasi optimis permasalahn stunting di Jember bisa berkurang, karena tidak hanya mendeteksi tetapi juga memberikan solusi dalam memecahkan stunting. 

Aplikasi Si CAnTing bisa di download dengan menyalin tautan ini 

http://www.appsgeyser.com/9401726




Aksi Ratusan Santri di Jember Mengecam Fadli Zon
Minggu, 10-02-2019 - 14:00:00

Aksi Ratusan Santri di Jember Mengecam Fadli Zon

JEMBER, PENA NUSANTARA - Sebuah puisi karya Fadli Zon memantik reaksi keras dari kalangan umat islam di Indonesia. Bahkan, di . . .
Headline | 459 Kali dibaca
Aliansi Jurnalis Jember Berunjukrasa Protes Keputusan Presiden
Senin, 28-01-2019 - 19:00:00

Aliansi Jurnalis Jember Berunjukrasa Protes Keputusan Presiden

JEMBER, PENA NUSANTARA - Keputusan Presiden Joko Widodo memberikan remisi terhadap Susrama terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali AA Prabangsa . . .
Headline | 276 Kali dibaca
Jatah Urea dan NPK di Jember Berkurang Petani Diharuskan Pakai Pupuk Organik
Sabtu, 05-01-2019 - 21:00:00

Jatah Urea dan NPK di Jember Berkurang Petani Diharuskan Pakai Pupuk Organik

JEMBER, PENA NUSANTARA - Kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Jember pada tahun ini dipastikan turun dari tahun sebelumnya. Sesuai surat . . .
Headline | 309 Kali dibaca
Keren! Tukang Becak di Jember Sekarang Pakai Seragam
Minggu, 16-12-2018 - 13:00:00

Keren! Tukang Becak di Jember Sekarang Pakai Seragam

JEMBER, PENA NUSANTARA - Jangan kaget jika melintas di kawasan kota Jember anda akan melihat penampilan abang becak lain dari . . .
Headline | 451 Kali dibaca
Top