Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

BURSA INOVASI DESA UNTUK OPTIMALISASI DANA DESA.

BURSA INOVASI DESA UNTUK OPTIMALISASI DANA DESA. Foto : Istimewa
JEMBER, PENA NUSANTARA - Bursa Inovasi Desa (BID), merupakan ajang untuk menggali dan mencari beberapa inovasi yang dapat direplikasi dalam peningkatan kualitas pembangunan. Baik di bidang Infrastruktur maupun sumber daya manusia.

Oleh sebab itu, kegiatan yang berkaitan dengan Program Inovasi Desa (PID) merupakan satu kesatuan yang tak lepas dari kegiatan yang diharapkan oleh pemerintah pusat dalam mengoptimalkan anggaran Dana Desa (DD) saat ini.

BID sendiri dimaksudkan sebagai wadah pemerintah desa dalam mencari pertukaran inovasi yang nantinya akan diimplementasikan di desanya masing-masing. Selain itu,  pemerintah desa juga dapat memunculkan beberapa ide yang lainnya dengan tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun infrastruktur yang berbeda di desanya. Tentunya, hal tersebut juga sebagai bentuk komitmen dari pemerintah desa dalam menggunakan DD lebih optimal dan tepat sasaran.

Tenaga Ahli Madya  Bidang Peningkatan Kapasitas pada Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) 4 Jawa Timur Miftahul Munir menyampaikan, sudah saatnya pemerintah desa saat ini memiliki ide-ide kreatif dalam membangun desanya. Terlebih, mampu menciptakan berbagai inovasi untuk kemajuan pembangunan saat ini. 

"Ajang ini harus dimanfaatkan sepenuhnya dalam mencari maupun mereplikasi beberapa kegiatan yang sudah disediakan di BID ini," ucapnya saat sambutan dalam kegiatan BID Sektor 2, Rabu (14/8) di Desa Jatisari, Jenggawah. 

Dirinya menambahkan, penggunaan DD harus lebih optimal, jangan sampai anggaran yang telah dikucurkan milyaran tidak sampai tepat sasaran. Sehingga, DD yang ada saat ini betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi pembangunan desa maupun masyarakat pada umumnya. 

"Penggunaan DD harus dilakukan dengan melihat seberapa manfaat untuk desa dan masyarakat, agar bisa membedakan manfaat sebelum ada DD dengan saat ini," imbuhnya.

Ia menjelaskan, saat ini lebih dari 900 kepala desa yang terjerat hukum karena Dana Desa yang dikucurkan disalah gunakan, sehingga banyak sekali kepala desa yang dipenjara hanya gara-gara dalam pengelolaan anggaran tidak transparan dan disalah gunakan. 

"Saya berharap di Kabupaten Jember ini tidak sampai terjadi seperti itu, sebab sekitar 950 kepala desa masuk penjara gara-gara dana desa digunakan bukan pada tempat semestinya," jelasnya. 

Untuk diketahui, Bursa Inovasi Desa ini, diselenggarakan oleh beberapa kecamatan yang tergabung di sektor 2 yakni Kecamatan Rambipuji, Panti, Sukorambi, Ajung, dan Jenggawah. Dan yang hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan dari kepala desa, BPD, tokoh masyarakat dari semua desa yang berada di sektor dua ini. 

Selain itu, kegiatan ini  juga dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes), beberapa camat seperti Camat Jenggawah sekaligus tuan Rumah dan sejumlah Pendamping Ahli Kabupaten,  Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa.


Tidak ada artikel terkait

Top