Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Ngaku Hendak Diperkosa dan Dibunuh, Rupanya si Nenek Mau Bunuh Diri

Ngaku Hendak Diperkosa dan Dibunuh, Rupanya si Nenek Mau Bunuh Diri Foto : Redaksi
JEMBER, PENA NUSANTARA - Sumirtuk, nenek berusia 65 tahun itu mengaku telah menyesali perbuatannya. Akibat keterangan palsunya kepada polisi, warga Desa/Kecamatan Umbulsari, Jember tersebut harus terjerat masalah pidana. 

Kisahnya berawal pada tahun kemarin, tepatnya 4 Desember 2019. Sumirtuk, ditemukan oleh kerabatnya tergeletak dengan leher berdarah dan dalam kondisi pingsan di ranjangnya. 

Di tengah perawatan tim medis, kepada polisi Sumirtuk menyebut ada yang mencoba memperkosa dan membunuhnya. Pengakuannya ini otomatis membuat masyarakat trenyuh dan mendadak viral di media sosial. 

Namun, kini Sumirtuk harus menanggung semua perbuatannya lantaran ia telah memberikan keterangan palsu kepada petugas. Nyatanya, peristiwa tersebut merupakan upaya bunuh diri Sumirtuk lantaran terlilit hutang kepada 4 tetangganya sebesar 10 juta. 

"Sudah kita ungkap jadi bukan diperkosa maupun akan dibunuh tapi yang bersangkutan mau bunuh diri," jelas Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat jumpa pers di Mapolres, Jumat (11/1). 

Alfian menuturkan, sejumlah kejanggalan ditemukan dari hasil interogasi korban dan saksi-saksi lainnya. Dari olah TKP dan hasil visum menyebutkan tidak ada upaya pemerkosaan dalam kejadian tersebut. 

"Darah yang keluar (sayatan di leher) itu tidak merembes ke belakang tapi ke arah dada. Sedangkan, saat ditemukan posisi korban terlentang tidur," kata Alfian. 

Sejatinya, jika korban akan diperkosa dan dibunuh dengan cara digorok leher seharusnya darah akan merembes ke belakang kepala. Sementara, dalam kasus ini darah malah mengalir ke dada Sumirtuk. 

"Ini sesuai pengakuannya saat melukai dirinya posisinya sedang duduk," imbuhnya. 

Sementara itu, Sumirtuk mengaku telah menyesali perbuatannya. Ia terpaksa melakukan upaya bunuh diri dan beranggapan semua hutangnya sebesar 10 juta bisa lunas jika dia bunuh diri. 

Sumirtuk, yang awalnya jadi korban kini harus menjadi tersangka. Polisi menjeratnya dengan Pasal 220 KUHP tentang pernyataan bohong dengan ancaman hukuman 1,4 tahun penjara. Meski demikian, dalam kasus ini polisi tidak melakukan penahanan kepada Sumirtuk.


Atap Pendopo Jember Runtuh, Bupati Minta Aset Negara Di Audit
Selasa, 26-07-2016 - 00:00:00

Atap Pendopo Jember Runtuh, Bupati Minta Aset Negara Di Audit

Jember - Minimnya pengawasan, perhatian, dan pemeliharaan aset Negara milik pemerintah kabupaten Jember,yang jumlahnya hampir mencapai puluhan milyar rupiah akhirnya . . .
Peristiwa | 210 Kali dibaca
Top