Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Wujudkan Impian Warga, Pasar Tradisional di Gayam Kaliwining Diresmikan

Wujudkan Impian Warga, Pasar  Tradisional di Gayam Kaliwining Diresmikan Kepala Desa Kaliwining Samsul Arifin Menggunting Pita Peresmian Pasar Tradisional
JEMBER, PENA NUSANTARA - Pemerintah Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji mewujudkan cita-cita yang selama ini menjadi keingan dan harapan masyarakat untuk memiliki pasar yang lebih layak dan tertata di wilayahnya. 

Sebelumnya, sejumlah warga mengajukan rehabilitasi sebuah pasar yang terletak di Dusun Gayam kepada Kades Kaliwining yang beberapa waktu lalu dilantik pada Oktober 2019. 

Permintaan renovasi tersebut mendapat respon yang cepat dari pemangku anggaran di wilayah itu. Usai pelantikan beberapa bulan lalu rupanya dibarengi dengan turunnya anggaran tahap terakhir yang bersumber dari APBD Kabupaten Jember. Anggaran tersebut yakni BGH atau bagi hasil pajak tahun 2019 dan retribusi. 

Kades Kaliwining, Samsul Arifin Mengatakan, pihaknya memanfaatkan anggaran tersebut sesuai permintaan warga. Hal itu dikarenakan pasar yang sudah berdiri beberapa tahun lamanya itu belum tersentuh perbaikan sama sekali. 

"Pasar kita renovasi menggunakan anggaran BGH tahun 2019 dan semua itu permohonan masyarakat Kaliwining khususnya di Dusun Gayam ini," kata Samsul kepada wartawan saat peresmian pasar, Minggu (12/1/2020).

Samsul menyampaikan, kebetulan pada tahun sebelumnya bupati mengesahkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang BGH yang aggarannya diperuntukkan untuk wisata, pengolaan sampah serta pembangunan maupun rehabilitasi pasar desa.

“Perbup yang disahkan tersebut No 75 tahun 2019, dan kami selaku pemerintah desa memaksimalkan anggaran tersenut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sesuai dari pesan bupati bahwa seorang pemimpin harus mendahulukan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi," imbuhnya.

Sementara, pasar yang sudah direnovasi tersebut nantinya akan dikelola lewat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan akan ditata lebih bagus lagi serta dijadikan tambahan pendapatan asli desa (PAD), tentunya dilakukan bagi hasil antara Bumdes dan desa.

“Agar pasar yang ada saat ini lebih besar dan terkenal dengan menyediakan beberapa lapak dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat pada umumnya,” papar Kades yang berpenampilan sederhana ini. 

Selain itu, apabila ada anggaran yang bisa dialokasikan untuk pasar tersebut, Samsul menyebut pihaknya akan menambahakn pembangunan yang lebih memadai. “Saya ingin pasar tradisional yang ada di desa tidak kalah dengan pasar modern yang di desain minimalis tapi terlihat megah, ” ujarnya. 

Dirinya berharap, usai pasar direnovasi, ke depannya pasar bisa lebih ramai dan dapat menarik perhatian masyarakat lokal hingga luar daerah serta omset yang ada sebelumnya lebih besar dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Semoga dengan adanya pasar yang telah direnovasi, kegiatan perekonomian semakin meningkat dan pendapatan semakin bertambah bagi masyarakat kami,“ pungkasnya.


Tidak ada artikel terkait

Top