Stop Press :
  • Bupati Jember, Faida, melantik 34 pejabat administrator dan pengawas di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin 7 Mei 2018
  • Redaksi dan seluruh kru penanusantara.id mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
  • Bupati Jember, Faida, melepas dua bus angkutan mudik gratis tujuan akhir Kabupaten Sumenep, di depan kantor pemkab setempat, Kamis (22/6/2017)

Ajari Berbisnis Vian Dorong Santri Masa Kini Kembangkan Ekonomi Kreatif

Ajari Berbisnis Vian Dorong Santri Masa Kini Kembangkan Ekonomi Kreatif Foto : Ist
JEMBER, PENA NUSANTARA - Di era sekarang ini, bicara pondok pesantren sudah tidak melulu soal pendidikan agama. Beragam inovasi sesuai perkembangan global sudah mulai menjadi kurikulum di pesantren seperti pengembangan ilmu ekonomi ala pesantren.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jember Dwi Arya Nugraha Oktavianto mengatakan, melalui Gerakan Santri Milenial (GSM) sudah saatnya ponpes di Jember melakukan berbagai inovasi untuk kemajuan pendidikan di lingkup pesantren salah satunya pengembangan ekonomi ala pesantren dengan memanfaatkan produk lokal. 

"Pengembangan tersebut dimulai dari pemanfaatan produk lokal pesantren itu sendiri, seperti produk unggulan atau pun produk tradisional yang harus dikembangkan dengan berbagai cara ekonomi kreatif yang dimiliki santri, tentunya dengan beberapa teknis yang akan kita berikan nantinya," kata pria yang kerap disapa Vian ini dalam acara Business Day di Ponpes Asyafi'i Desa Nogosari, Rambipuji, Sabtu (25/1/2020). 

Selain mendorong agar pesantren harus tampil menonjol di bidang ekonomi, Vian menyampaikan akan memberikan pendampingan dalam tata kelola ekonomi kreatif dengan tujuan UMKM di lingkup pesantren bisa berkembang dan maju. 

"Pesantren di wilayah Jember sendiri saat ini berjumlah 611 lembaga. Hal itu sudah saatnya pengembangan ini dilakukan dengan cara Gerakan Santri Milenial itu sendiri, karena santri selain mahir dalam ilmu agama juga mahir dalam strategi perekonomian," jelasnya. 

"Pengembangan itu sendiri terlebih dahulu memanfaatkan produk lokal, seperti di PP Asyafi'i ini memiliki produk lokal berupa susu. Nantinya akan kami berikan pendampingan mulai dari packing, pemasaran serta perizinan akan kita bantu agar produk tersebut bisa lebih berkembang dan merambah ke pasar yang lebih luas," imbuh Vian. 

Dengan mengembangkan usaha, Vian berharap akan terbuka lapangan kerja bagi alumni atau masyarakat sekitar pesantren. Ke depannya, Vian berencana akan membuat 5 pilot project (percontohan) yang akan diberikan pembinaan dan pendampingan khusus. 

"Dimulai dari PP Asyafi'i ini supaya dijadikan contoh pesantren yang lain untuk kemandirian pesantren itu sendiri. Agar pesantren yang ada tidak hanya bergantung terhadap bantuan dari pemerintah maupun yang lain namun, kemandirian tercipta karena pesantren sudah lebih maju dan mandiri," katanya.


Aksi Saling Dorong Warnai Proses Pembongkaran Lapak PKL
Rabu, 20-12-2017 - 14:57:24

Aksi Saling Dorong Warnai Proses Pembongkaran Lapak PKL

BONDOWOSO, PENA NUSANTARA – Aksi saling dorong mewarnai . . .
Headline | 291 Kali dibaca
Bupati Faida Dukung Pengembangan Industri Kreatif Jember
Minggu, 17-09-2017 - 18:39:07

Bupati Faida Dukung Pengembangan Industri Kreatif Jember

JEMBER, PENA NUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Jember, terus mendukung pengembagan industri kreatif di wilayah setempat, salah satunya adalah industri batik . . .
Peristiwa | 561 Kali dibaca
UMKM Bisa Jadi Pilar Kemandirian Ekonomi Warga
Jumat, 15-09-2017 - 16:31:35

UMKM Bisa Jadi Pilar Kemandirian Ekonomi Warga

JEMBER, PENA NUSANTARA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan dan peningkatan perekonomian. Menyadari . . .
Inspirasi | 336 Kali dibaca
Top