ArtikelEdukasiNewsTeknologi

7 Jenis Paradigma Komunikasi, Apa Saja ?

×

7 Jenis Paradigma Komunikasi, Apa Saja ?

Sebarkan artikel ini
7 Jenis Paradigma Komunikasi
Gambar Ilustrasi

7 Jenis Paradigma Komunikasi  – Salah satu peneliti Robert T. Craig membagi dunia komunikasi menjadi 7 paradigma.

Ketujuh paradigma dalam dunia komunikasi di kenal dengan model Robert T. Craig yang banyak di puji karena memberikan cara bagaimana melihat dan mendeskripsikan kajian komunikasi secara lebih baik.

Metamodel (model) yang di kembangkan oleh Craig ini memberikan bentuk yang sesuai dan dapat membantu mendefinisikan masalah dan mendiskusikan asumsi yang mendefinisikan berbagai pendekatan teoretis.

Harus di akui, metamodel yang di kembangkan oleh Craig ini menyediakan sistem yang andal untuk mengembangkan paradigma komunikasi yang terbarukan.

Pengertian Paradigma Komunikasi dan 7 Jenis Paradigma Komunikasi

Menjadi mahasiswa ilmu komunikasi tidak jauh dari apa yang di sebut dengan teori komunikasi. Di dunia ini, banyak teori komunikasi telah di mulai oleh para ilmuwan sejak zaman kuno.

Nah, untuk memudahkan kita memahami banyak teori, telah disusun 7 paradigma komunikasi. Lalu apakah yang di sebut paradigma komunikasi ini? dan apa saja jenis 7 paradigma nya? Tapi sebelum mari kita ketahui dulu pengertian tentang paradigma komunikasi.

Pengertian Paradigma Komunikasi

Di masa lalu, orang yang ingin belajar komunikasi sering kali kesulitan memahami cara “melihat” komunikasi.

Oleh karena itu, pada tahun 1999 lalu, seorang peneliti bernama Robert T Craig mengidentifikasi berbagai teori komunikasi dan mengelompokkannya menjadi 7 paradigma komunikasi berdasarkan persamaan dan perbedaannya.

Jadi, 7 paradigma komunikasi menurut Robert Craig dapat di definisikan sebagai teori penalaran komunikasi yang memiliki kesamaan, sehingga kesamaan tersebut bisa di kelompokkan.

Dengan 7 paradigma ini, di harapkan orang yang ingin mempelajari komunikasi dapat melihat dan berpikir secara lebih holistik.

7 Jenis Paradigma Komunikasi oleh Robert Craig

Setelah mengetahui apa itu paradigma komunikasi, kini saatnya Anda mempelajari 7 paradigma komunikasi yang telah di buat oleh Craig untuk mempermudah banyak orang mempelajari ilmu komunikasi ini.

Berikut penjelasan lengkap mengenai paradigma komunikasi yang perlu Anda ketahui.

1.       Fenomenologi

Paradigma komunikasi fenomenologi berfokus pada pemahaman yang mendalam tentang pengalaman komunikatif individu dan bagaimana individu memberi makna pada pengalaman komunikatif mereka.

Dengan demikian, komunikasi di pandang sebagai proses interaksi antar individu yang menciptakan pengalaman subyektif.

Dari sini, fokus fenomenologi adalah persepsi, pemahaman, dan pengalaman pribadi individu dalam konteks komunikasi.

Nah, tradisi ini dapat menyadarkan kita bahwa pengalaman komunikasi yang di rasakan oleh setiap orang merupakan pengalaman subjektif yang di pengaruhi oleh konteks, nilai, dan persepsi masing-masing orang.

Misalnya, Anda dan teman Anda menghadiri seminar tentang kesehatan mental. Menurut Anda seminar itu membosankan. T

api menurut teman Anda seminar itu menarik dan menyenangkan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pengalaman menghadiri seminar yang sama bisa berbeda bagi orang lain.

2.       Kritis

Paradigma komunikasi kritis merupakan pendekatan yang mengkaji komunikasi sebagai fenomena sosial dan politik yang berkaitan dengan kekuasaan, struktur sosial, ideologi dan kepentingan yang saling bertentangan.

Jadi menurut paradigma ini, komunikasi adalah cara memahami bagaimana kekuatan dan struktur sosial memengaruhi produksi, distribusi, dan penggunaan pesan dalam masyarakat.

Selain itu, paradigma komunikasi ini juga menentukan bagaimana media massa membentuk dan mempertahankan stereotype atau ketimpangan dalam masyarakat.

Banyak peneliti menganalisis pengaruh media massa dengan menggunakan tradisi kritis. Sebagai contoh, perhatikan bagaimana film Bumi Manusia menggambarkan kelas sosial dan dominasi penduduk asli kolonial pada masa penjajahan Belanda di Indonesia pada tahun 1918.

3.       Sosiokultural

Paradigma komunikasi sosiokultural merupakan pendekatan yang menekankan pentingnya konteks sosial, budaya, dan sejarah dalam memahami komunikasi manusia.

Pendekatan ini mengakui bahwa komunikasi tidak dapat di pisahkan dari konteks sosial budaya di mana komunikasi itu terjadi.

Selain itu, makna dan praktik komunikasi tidak dapat di pisahkan dari norma, nilai, dan sistem sosial yang ada. Biasanya tradisi komunikasi tunggal ini di gunakan untuk mempelajari interaksi komunikasi antar budaya.

Misalnya, peneliti dapat mempelajari bagaimana pola komunikasi orang dari budaya A harus berbeda dari budaya.

Mereka akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bahasa, norma komunikasi, sikap, dan nilai budaya yang memengaruhi cara orang berinteraksi dan memberi perintah.

4.       Semiotika

Paradigma jomunikasi dan jenisnya yakni semiotik dalam komunikasi merupakan pendekatan yang mempelajari tanda dan sistem tanda dalam proses komunikasi manusia.

Semiotika berfokus pada cara manusia memberi makna dengan menggunakan tanda-tanda yang melibatkan simbol, kata, gambar, isyarat atau objek dalam proses komunikasi.

Dari pendekatan semiotika dapat di pahami bahwa semua proses komunikasi menggunakan tanda untuk menyampaikan pesan dan memberi makna.

Misalnya pada salah satu  iklan Gojek bersama Ariel, terdapat berbagai rambu yang memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan tertentu kepada masyarakat.

Nah, dari simbol, gambar, kata-kata, dan elemen visual lainnya yang di gunakan dalam iklan, akan di pahami pesan apa yang ingin di sampaikan pengiklan kepada audiens.

Hal itu berarti iklan yang satu ini telah berhasil menerapkan paradigma komunikasi yang telah di buat oleh craig dengan baik.

5.       Sosiopsikologi

Paradigma komunikasi sosiopsikologis dalam komunikasi merupakan pendekatan yang menggabungkan sosiologi dan psikologi untuk memahami komunikasi sebagai hasil interaksi antara individu dan konteks sosial.

Pendekatan ini mengakui bahwa komunikasi di pengaruhi oleh faktor sosial, seperti struktur dan norma sosial, serta faktor psikologis, seperti persepsi, sikap, dan motivasi individu.

6.       Sibernetika

Paradigma komunikasi cybernetic dalam komunikasi mengacu pada pendekatan yang melihat komunikasi sebagai sistem yang kompleks yang melibatkan pertukaran informasi dan umpan balik antara individu yang terlibat.

Paradigma komunikasi ini menggunakan konsep dan prinsip dari sibernetika untuk memahami dan menganalisis komunikasi.

Misalnya, pendekatan ini di gunakan untuk menganalisis pola komunikasi pasangan. Paradima ini juga menganalisis bagaimana informasi dan umpan balik di pertukarkan, dan bagaimana pola ini memengaruhi dinamika hubungan pasangan.

7.       Retorika

Paradigma komunikasi retorika dalam komunikasi mengacu pada pendekatan yang mempelajari penggunaan bahasa dan argumen persuasif dalam komunikasi.

Retorika berfokus pada bagaimana pesan disusun dan dikomunikasikan secara efektif untuk memengaruhi, membujuk, atau memengaruhi audiens.

Pesan retoris biasanya di gunakan dalam interaksi yang bertujuan untuk membujuk orang lain, seperti calon presiden yang sedang berpidato atau seorang pramuniaga yang menawarkan produk kepada konsumen. Untuk membujuk audiens gunakan teknik retoris ini, Anda bisa mengunakan diksi yang kuat.

Selain itu Anda juga harus menggunakan logika yang konsisten dan terstruktur saat berbicara, gunakan juga sikap emosional untuk membuat argumen yang meyakinkan dan menarik hati banyak orang.

Penutup

Itulah dia tentang paradigma Komunikasi dan jenisnya komunikasi dalam ilmu komunikasi yang harus Anda ketahui. Paradigma komunikasi ini tentunya memiliki cakupan yang cukup luas sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Nah, hal itulah yang menjadikan ilmu komunikasi ini beitu menarik untuk di pelajari.