Berita

Banyak Kabel Liar Milik Para Pengusaha Jaringan Wifi yang Diduga Tidak Memiliki Ijin Usaha Dan Terkesan Pihak Terkait Tutup Mata

×

Banyak Kabel Liar Milik Para Pengusaha Jaringan Wifi yang Diduga Tidak Memiliki Ijin Usaha Dan Terkesan Pihak Terkait Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO – Dugaan adanya pembiaran dari Telkom atas Pengusaha bisnis, wifi nirkabel yang diduga tidak mengantongi izin resmi, pasalnya jaringan wifi nirkabel yang sampai saat ini masih beroprasi.

Menjamurnya pemasangan kabel Internet WiFi diduga liar menambah semerawut di setiap tiang listrik maupun tiang Telkom dan Tiang Lapu Penerang Jalan Umum (PJU) Pemasangan kabel yang dilakukan para pengusaha internet wifi atau yang disebut Riseler.

Perusahaan provider internet masuk ke berbagai pelosok untuk memperluas jangkauan. Akibatnya, kabel – kabel internet tersebut kini banyak bergelantungan menumpang di tiang telpon diberbagai tempat di perkampungan. Tak semua warga setuju dengan adanya kabel-kabel tersebut, karena kehadirannya banyak yang tidak melalui izin warga terlebih dahulu. Perusahaan provider sepertinya menghindari cost social yang lebih tinggi, dengan memasang langsung kabel tanpa izin, Rabu (03/04/24).

Sementara salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya menyampaikan, “keberadaan kabel-kabel internet yang saat ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Karena terlihat banyak kabel provider bergelantungan tidak tertata. Tentunya kondisi ini sangat mengganggu pemandangan dan membahayakan warga, ketika di satu tiang banyak kabel menumpuk,” ucap BI salah satu warga di wilayah Desa Curahtatal Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo.

DPD Lembaga Swadaya Madyarakat LSM Cakrawala Angkat Bicara, Diduga selama ini dari pihak pengusaha  telah menfaatkan aset negara tanpa hak dan tidak memiliki izin, tindakan yang telah di lakukan oleh pihak pengusaha tersebut telah melanggar undang-undang peraturan Pemerintahan perusahaan negara republik Indonesia yang ada. Bahwa selama ini pihak pengusaha Wi-fi  sudah memanfaatkan aset negara tanpa hak dan diduga tidak memiliki izin. Tindakan yang dilakukan oleh pengusaha tersebut sudah melanggar Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, yang tercantum pada BAB XI Pasal 45, ayat 2, 3, dan 4, “terangnya RD

Di dalam aturan tidak boleh ada benda lain yang melekat pada tiang dan kabel listrik, yang akan menyebabkan gangguan jaringan listrik serta keselamatan atas nyawa. Meskipunberpotensi menganggu jaringan listrik dan keselamatan nyawa.dari hasil pemantauan dilapangan tidak terlihat adanya upaya penindakan serta pembersihan jaringan illegal ini oleh pihak aparat hukum manapun.

Pada sisi lain peran pemerintah Daerah dan pemerintah Desa juga dipertanyakan, seperti yang diamanatkan Undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, tercantum dalam pasal 46 ayat 1, 2, 3, dan 4.

Dalam UU ini dijelaskan Pemerintah memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap usaha penyedia tenaga listrik yaitu dalam perusahaan ke PLN Kelistrikan dan dalam hal ini pemerintah memiliki tugas memberikan sangki administratif terhadap pelanggaran ketentuan perizinan, “pungkasnya

Bahwa tindakan perusahaan atau pengusah penyedia  Kabel patut diduga illegal dan tidak dibenarkan secara hukum, sebab akan berdampak  gangguan listrik, keselamatan orang dan Bidang Pelayanan Publik .

Slama ini banyak melihat  adanya Kabel untuk jaringan  yang Bergantungan di tiang PLN. Dalam pemasangan kabel Wi-fi  harus berdasarkan dengan ketentuan hukum, sebagaimana yang diatur dalam PP No. 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Aset Negara dan PMK No. 57 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyewaan Aset Negara

” Terkait beberapa temuan awak media dari Penanusantara.id dan DPD Lembaga Swudaya Masyarakat Cakrawala (LSM) akan menyurati  secara resmi melalu lembaga dan akan mendesak segera kepada unit Pihak PLN. untuk mencopot semua kabel-kabel wi-fi  yang ada di tiang PLN. “Secara aturan hukum dan teknis tidak boleh ada kabel pada tiang tersebut. Kami akan menemui pihak dinas dan kepada pihak-pihak terkait. Dengan ini kami meminta kepada pihak pemerintahan setempat maupun kabupaten pusat serta dari dinas perijinan tata usaha apapun. Agar kiranya segera menindaklanjuti prihal tersebut, dikarenakan bakal mengundang bahaya yang fatal buat pekerja perbaikan kelistrikan.Karena mayoritas mereka memasang kabel wifi tidak mengikuti SOP dan peridzinan dengan pemerintah setempat, “tutupnya

Sementara penanggung jawab atau kepercayaannya bos internet wifi tersebut saat dikonfirmasi melalui via telfun seluler akan tetapi tidak mengangkat telfun dari kami dan sampai pemberitaan kami terbitkan. (Tim)