Berita

Dugaan Belum Kantongi SLF Dan SNI Tempat Arena Bermain BNA Telan Korban

×

Dugaan Belum Kantongi SLF Dan SNI Tempat Arena Bermain BNA Telan Korban

Sebarkan artikel ini
Dugaan Belum Kantongi SLF Dan SNI Tempat Arena Bermain BNA Telan Korban

Banyuwangi, PENANUSANTARA.ID Nahas niat hati mencari hiburan berujung musibah yang di dapat, Peristiwa Nahas tersebut terjadi di taman hiburan malam Desa kembiritan Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Pukul 21.30 WIB Senin (25/12).

Atas dampak dugaan peristiwa nahas tersebut hari ini selasa (26/12/2023) Taman hiburan malam yang biasa di sebut Banyuwangi Night Amazing (BNA) Biasanya aktif buka kini dengan adanya kejadian tersebut,mulai tutup.

Peristiwa Nahasnya tempat bermain yang roboh itu mengakibatkan 2 pengunjung mengalami benturan,hingga shock dan 1 karyawan ,Dua orang korban berdasarkan informasi dari beberapa narasumber berasal dari Bali dan Bangorejo banyuwangi

Firalnya peristiwa nahas tersebut sempat di Firalkan akun Instagram bertatentangbanyuwangi (BTB).

Dalam unggahannya tersebut diketahui lokasi berada di Desa kembiritan kecamatan genteng Banyuwangi tepatnya di Banyuwangi Night Amazing (BNA).

Saat di konfirmasi beberapa awak media Zaenal selaku meneger BNA membenarkan kejadian Nahas di lokasinya ” ia mas tadi malam sekitar pukul 21.30 WIb atas kejadian tersebut kini sudah di tangani pihak Polsek Genteng mas ” ucap zainal

Diketahui sebelumnya keberadaan tempat usaha sektor pariwisata BNA, telah menimbulkan kebisingan yang cukup mengganggu masyarakat sekitar.

Terutama masyarakat yang berdomisili berbatasan langsung dengan lokasi hiburan malam tersebut.

“Kebisingan itu paling mengganggu saat malam hari, disaat warga hendak beristirahat setelah seharian bekerja,” cetus Sholehudin salah satu warga.

Ipda Agus Purnomo Kanit Reskrim Polsek genteng mengatakan ” Ini adalah bentuk kelalaian mas ,dari pihak pengelola wisata,dan sampai hari ini pihak Polsek genteng akan terus melakukan penyelidikan ” ucap Kanit Reskrim Polsek genteng

Sholehudin menambahkan kondisi BNA sekarang ini memang sudah tidak seperti awal buka.

Minimnya pengunjung, berpengaruh pada pengurangan karyawan yang diambil dari warga sekitar.

” Yang saya ketahui kini banyak karyawan yang berasal dari desa setempat diberhentikan karena alasan yang tidak jelas,Maka dari itu, warga pun sering melakukan protes terkait kebisingan mesin wahana atau pun kemacetan yang terjadi di jalan masuk BNA “beber Sholehudin

Atas kejadian tersebut Sugiarto Komunitas Sadar Hukum akan mengawal betul proses hukum atas adanya musibah kecelakaan ini “Saya akan kawal proses hukumnya, dan sebelum kejadian ini pada bulan kemarin (November) saya sudah somasi Bupati dan Tim terpadu, Satpol PP dan seluruh SKPD terkait untuk melakukan Sidak perizinan termasuk SLf (Sertifikat Laik Fungsi) sebagai bentuk komitmen pengusaha yang menjamin keselamatan pengunjung” kata Sugiarto

Bentuk kelalaian ini membuat beberapa lembaga masyarakat angkat suara di karenakan menyangkut keselamatan bagi masyarakat

Sugiarto aktifis yang selalu menyoroti objek – objek vital di kabupaten Banyuwangi ini menambahkan “Saya sudah ingatkan seluruh pengusaha objek wisata yang ada wahananya dan berpotensi kecelakaan untuk melengkapi izin usaha dan menghentikan usaha yang izinnya yang belum terbit, ini adalah kewenangan dari Pihak penegak perda terutama Satpol PP yang harus tegas menindak pengusaha yang melanggar, Jika ternyata BNA ini belum ber SLF terjadinya kecelakaan ini adalah juga dikarenakan ketidaktegasan Satpol PP, jika tidak mampu tegas kami minta Bupati mengevaluasi kinerja Satpol PP atau ganti Kasatpol PP bila perlu” Pungkas Sugiarto. ( tim)