BeritaRagam

Dukung Bangkitnya Sektor Wisata, Polres Probolinggo Gelorakan “Ayo ke Bromo”

×

Dukung Bangkitnya Sektor Wisata, Polres Probolinggo Gelorakan “Ayo ke Bromo”

Sebarkan artikel ini
Polres Probolinggo
Dukung Bangkitnya Sektor Wisata, Polres Probolinggo Gelorakan “Ayo ke Bromo” (doc. humas)

PROBOLINGGO – Setelah lebih kurang 13 hari dinyatakan ditutup pasca kebakaran, kini Gunung Bromo kembali dibuka untuk umum.

Sebelumnya pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur memutuskan untuk menutup kawasan ini dalam rangka memulihkan kerusakan pasca kebakaran.

Kebakaran yang melanda area Bukit Teletubbies yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi abu-abu meskipun api berhasil padam setelah beberapa waktu.

Sementara itu untuk mendukung bangkitnya sektor Wisata khususnya di Gunung Bromo ini, Polres Probolinggo Polda Jatim juga turut mempromosikan kembali.

Bahkan dalam kegiatan bakti sosialnya yang membersihkan sisa–sisa kebakaran pekan yang lalu, Polres Probolinggo menggelorakan tema baksos dengan “Ayo ke Bromo”.

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengatakan bahwa pihaknya dengan menjalin sinergitas bersama TNI, Pemkab Probolinggo, TNBTS di Probolinggo dan para relawan serta warga Masyarakat berkomitmen untuk berupaya memperbaiki sisi bukit yang terbarkar.

Bukan hanya itu, Polres Probolinggo juga berkomitmen turut menjaga kelestarian lingkungan termasuk area Gunung Bromo.

“Pada kegiatan baksos dengan tema Ayo ke Bromo, kami juga sampaikan bahwa wisata Bromo sudah dibuka mulai 19 September 2023 pekan lalu, ”kata AKBP Wisnu Wardana, Selasa (26/9).

Namun demikian, Kapolres Probolinggo menegaskan, agar wisatawan yang masuk wisata Gunung Bromo dilarang membawa peralatan ataupun aktifitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran antara lain api unggun, perapian, kembang api, petasan, dan flare.

“Semua larangan itu untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama di kawasan Gunung Bromo,” ujar AKBP Wisnu Wardana.

Kapolres Probolinggo juga meminta kepada Masyarakat, untuk turut serta menjaga keasrian Gunung Bromo terlebih saat ini sedang musim kemarau panjang.

“Dampak kemarau panjang ini sangat berpotensi adanya kebakaran hutan dan lahan, jadi kami himbau agar Masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan,”pungkas Kapolres Probolinggo.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani membenarkan informasi telah dibukanya kembali Wisata Bromo pasca kebakaran.

“Telah terbuka kembali untuk pengunjung terhitung mulai hari Selasa, 19 September 2023 pukul 00.01 WIB,” kata Septi.

Masyarakat yang ingin mengunjungi Bromo dapat melalui sejumlah pintu masuk. Termasuk Coban Trisula di Kabupaten Malang, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, dan Senduro di Kabupaten Lumajang.

Ia mengatakan bagi para pencinta alam dan wisatawan yang telah lama menantikan kesempatan untuk mengunjungi Gunung Bromo, saat ini sudah diperbolehkan masuk area Gunung Bromo dengan tetap mematuhi aturan dan merawat keindahan alamnya.

(*/humas)