Berita

Geger Kasus Dugaan llegal logging di Kawasan Hutan Jati, Warga Ngantep Minta Usut Tuntas Keakar Rumput

×

Geger Kasus Dugaan llegal logging di Kawasan Hutan Jati, Warga Ngantep Minta Usut Tuntas Keakar Rumput

Sebarkan artikel ini

MALANG – Ilegal Logging menjadi salah satu masalah yang masuk sekala global karena dampak yang dihasilkannya. Karena itu kasus Ilegal Logging ini merupakan komitmen preoritas Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam aksi pemberantasan pembalakan liar guna menyelamatkan keanekaragaman hayati dari perusakan dan kepunahan.

Pengertian illegal Logging sendiri, menurut Inpres Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu Ilegal (llegal Logging) dan Peredaran Hasil Hutan Ilegal di Kawasan Ekosistem Leuser secara tidak sah. Termasuk diantaranya berbagai kegiatan penebangan, pengangkutan, dan penjualan kayu yang tidak mendapatkan ijin resmi dari pemerintah setempat.

Sementara dampak yang di timbulkan dari ilegal logging, memiliki dampak yang negatif, tidak hanya untuk manusia namun juga lingkungan secara luas, utamanya yang ditimbulkan adalah deforestasi, kehilangan biodiversitas, dan pemanasan global, yang berakibat pada krisisnya kesehatan dan tak hanya itu juga sangat berpotensi terhadap terjadinya bencana banjir, terlebih illegal logging dilakukan dihutan lindung daerah dekat pesisir pantai.

Halnya kali ini, tersorot kamera media Penanusantara.id. Kasus pengrusakan liar ilegal logging yang menggegerkan warga kembali terjadi tepatnya di Kawasan hutan jati , Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. 137 pohon Jati dirusak, oleh oknum ulah orang yang tidak bertanggung jawab mafia illegal logging, Kamis (29/02/24).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Penanusantara.id, berdasarkan Keterangan salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya dan para saksi dilokasi kejadian penebangan secara ilegal atau tanpa ijin dari pihak terkait yang berwenang tersebut dilakukan pada siang hari saat kondisi sepi.”kejadiannya jau dari pemukiman warga kondisi sepi, juga lumayan jau dari jalan. kata pihak berwenang yaitu KRPH Gedangan, yang jawabnya akan segerah ditindak lanjuti. namun kami tunggu sampai detik ini belum ada titik terang,

Kasus ilegal logging ini harus benar-benar ditindak secara tegas agar ada efek jera bagi pelaku.”kami tidak main-main dalam kasus ini. saat berada dilokasi kejadian atas kejadian ini pihaknya dan masyarakat sangat menyesalkan dan berharap agar benar-benar ada penindakan hukum secara tegas kepada pelaku.

“Harapan masyarakat agar pihak berwajib mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar rumput.

Jangan biarkan mafia illegal logging bebas berkeliaran dan bebas merusak ekosistem hutan lindung dan hayati, yang berdampak buruk pada bumi pertiwi dan kehidupan manusia.”ujarnya.

Sementara itu, saat ditemui dikantor nya pihak KRPH Gedangan Sutarto mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait untuk menindak lanjuti kasus yang diduga ilegal logging tersebut.

“Dari kami KRPH Gedangan, sejak adanya laporan dari warga terkait hal ini, langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait untuk segera menindak lanjutinya, agar barang bukti kayu yang ditebang dijaga supaya tidak geser dari tempatnya untuk kepentingan penyidikan pihak berwajib,”jelas Sutarto. Bersambung.(Tim)