Berita

Masjid Kuno Berusia Ratusan Tahun di Cirebon Nampak 2 Kepala Harimau Dimimbar

×

Masjid Kuno Berusia Ratusan Tahun di Cirebon Nampak 2 Kepala Harimau Dimimbar

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Terdapat satu masjid kuno berusia ratusan tahun di Cirebon yang hingga kini masih berdiri tegak serta masih melakukan sejumlah aktivitas. Masjid itu adalah Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang sarat makna di setiap sudut bangunannya. Saat bulan suci Ramadan seperti saat ini, masjid ini selalu diisi oleh sejumlah orang yang melakukan aktivitas ibadah wajib maupun sunnah.

Namun siapa sangka, jika masjid yang berlokasi di depan Keraton Kasepuhan ini ternyata dibangun secara singkat oleh sembilan wali atau wali songo dibantu oleh pasukan dari berbagai kerajaan.

Imam Besar Masjid Sang Cipta Rasa, KH Muhammad menuturkan Masjid Agung Sang Cipta Rasa itu dibangun oleh para wali dengan tempo sehari semalam pada tahun 1480.

“Masjid ini sudah berusia ratusan tahun yang dibangun oleh para wali dibantu 500 orang dari kerajaan Demak, Majapahit dan Cirebon,” terangnya kepada awak Media. Jumat 15 Maret 2024

Secara arsitektur, ia menjelaskan bila bangunan masjid ini sudah berkonstruksi anti gempa. Hal itu ditandai dengan tidak ada cabang pada pondasi masjid.

“Kalau melihat dari pondasi yang tidak memiliki cabang bangunan masjid ini anti gempa,” ucapnya.

Kemudian selain itu juga, terdapat banyak juga ornamen dari berbagai etnis sebagai tanda pluralisme mulai dari negara Arab, Cina, dan Portugis.

“Masjid ini punya beberapa ornamen mulai dari negara Arab, Cina, sama Portugis. Sudah sejak lama Cirebon dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi ditandai dengan sejumlah ornamen yang ada di rumah ibadah,” terangnya.

Alasan penamaan masjid tidak menggunakan bahasa Arab, Jumhur menyampaikan karena sebagai simbol nilai pluralisme yang dijunjung tinggi oleh para wali.

“Penamaan masjid pun tidak menggunakan bahasa Arab karena mengikuti zamannya karena sebagai bukti pluralisme,” ujarnya.

Sedangkan di sudut lainnya, tepatnya pada bagian mimbar terdapat dua kepala harimau yang memiliki makna filosofi tersendiri.

“Mimbar Masjid Agung Sang Cipta Rasa memiliki keunikan dimana terdapat dua kepala harimau yang terletak di bawah mimbar. Hal ini sebagai bila sudah berbicara harus berani untuk mempertanggungjawabkan,” tegasnya.

Uniknya lagi, jumlah pintu di masjid ini tidak hanya satu. Melainkan terdapat sembilan pintu dengan desain sederhana namun mempunyai makna yang cukup dalam.

“Kenapa ada 9, karena setiap wali memiliki pintu masuk masing-masing,” paparnya.

Masjid yang didesain langsung oleh Sunan Kalijaga ini banyak memiliki keunikan lainnya. Seperti rendahnya ukuran pintu masjid, ia menuturkan karena memiliki pesan untuk merendahkan diri sebelum menghadap sang kuasa.

“Makna pintu rendah itu jangan sombong kepada sang kuasa apalagi kalau mau menghadap-Nya,” bebernya.

Aktivitas Selama Ramadan
Selama Ramadan biasanya masjid ini selalu dipadati oleh jamaah yang melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah.

Tidak sedikit juga jamaah yang melakukan tadarus Al Qur’an selama bulan suci Ramadan. Biasanya pada sore hari dan setelag menjalankan ibadah shalat tarawih.

Bilamana sudah masuk pada malam Lailatul Qodar biasanya masjid ini lebih padat lagi dibandingkan sebelumnya. Pasalnya banyak dari jamaah yang melakukan itikaf di masjid yang satu ini. (Nurhari)