BeritaEdukasi

Menjamurnya Website Berita, SMSI Bondowoso: Publik Jangan Terjebak Informasi Hoax

×

Menjamurnya Website Berita, SMSI Bondowoso: Publik Jangan Terjebak Informasi Hoax

Sebarkan artikel ini
SMSI Bondowoso
Gambar Ilustrasi

BONDOWOSO – Menjamurnya website berita online jelang Pemilihan Umum 2024 menimbulkan dis-trust publik pada informasi yang tersebar.

Publik harus bisa membedakan website berita online agar tidak terjebak informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan sumbernya.

Publik juga harus bisa menganalisa antara media online dan website berita yang tidak memiliki badan hukum tentang pers yang diatur pada UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tidak cukup dengan kelengkapan legalitas saja, media online juga harus menyajikan konten berita yang sesuai dengan KEJ (Kode Etik Jurnalistik) dan Pedoman Media Siber yang diatur oleh Dewan Pers.

Selain itu, Media online diharapkan menjaga kepercayaan publik dengan tidak menjadikan media sebagai ajang perang politik dengan menyebarkan berita hoax.

Ketua SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Kabupaten Bondowoso Arik Kurniawan menuturkan, Situasi politik menjelang pemilu serentak 2024, Media online menjadi peran penting penyebaran informasi yang mencerdaskan masyarakat (pemilih).

Jangan sampai Informasi dan pemberitaan media sebatas pada perang opini, hoax, ataupun pemberitaan saling menyudutkan antar kandidat satu dengan lainnya.

“Pemberitaan tidak sebatas ceremonial strategy politik borjuis membagi kue kekuasaan saja, tetapi secara serius mengedepankan KEJ” Tutur Arik, Senin (25/09/2023).

Arik berharap, media online menjaga kepercayaan masyarakat mengingat media sebagai pilar keempat demokrasi serta berpartisipasi aktif sesuai peran dan fungsinya dengan mengedepankan kepentingan sosial kemasyarakatan.

“Fungsi pengawasan (surveillance) yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam berdemokrasi dan kehadiran media yang memiliki kredibilitas sangat dibutuhkan.” Ujarnya.

Diharapkan, Media menyampaikan fakta dan data kepada publik dan mengutamakan penafsiran berdasarkan fakta sosial kemasyarakatan, tidak saja persoalan ditingkat elit politik atau kekuasaan saja.

“Kehadiran media ditengah publik, diharapkan menjalankan penyebaran nilai positif (transmission of values) yang mengedepankan karakter, nurani bangsa, dan pengembangan SDM, Itu yang harus tetap dipegang teguh oleh media”. Pungkasnya.

(*/TR13)