Berita

Pj Kades Ketupat Sumenep, Diduga Korupsi Dana Pengadaan Mesin Genset Sebanyak 25 Unit

×

Pj Kades Ketupat Sumenep, Diduga Korupsi Dana Pengadaan Mesin Genset Sebanyak 25 Unit

Sebarkan artikel ini

Sumenep, PENANUSANTARA.ID – Dalam pengungkapan yang mengguncang, terkuak bahwa Dana Desa yang seharusnya menjadi sumber pembaruan dan peningkatan kualitas hidup di berbagai wilayah di Indonesia, ternyata menjadi ajang korupsi.

Desas-desus di kalangan masyarakat Desa Ketupat, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebutkan bahwa SRL, Pejabat Sementara (PJS) Kades Ketupat, diduga terlibat dalam korupsi Dana Pengadaan mesin genset sebanyak 25 unit dan jaring ikan sebanyak 15 unit semakin santer.

Sucipto Abadi atau yang akrab dipanggil Cipto, ketika dikonfirmasi awak media, menyampaikan dugaan korupsi pengadaan genset dan jaring tersebut dilakukan oleh PJS Kades Ketupat sebagai penanggung jawab Anggaran DD/ADD tahun 2023. Hal ini terungkap karena ada ketidaksesuaian dalam pembelian 25 unit mesin, baik merek maupun harganya.

“Rencana awalnya genset merek GX dengan harga Rp.3.000.000 per unitnya, tapi yang dibeli ternyata merek GP yang harganya Rp.2.500.000 sudah termasuk ongkos kirim ke Ketupat. Harganya jauh lebih murah, begitu juga dengan pembelian 15 unit jaring ikan yang dianggarkan Rp.500.000 per unit, ternyata setelah dikonfirmasi kepada Rasidi, selaku penyedia jasa pengadaan, harga sebenarnya hanya Rp.150.000 per unitnya,” ujar Cipto pada Kamis, 28 Desember 2023.

Aktivis Senior asal Desa Ketupat ini juga menyoroti keanehan terkait hilangnya informasi yang seharusnya terpampang pada banner terkait pengadaan ini. Bahkan, saat ditanya kepada Kaur Desa Khairul, dia mengaku tidak mengetahui keberadaan banner tersebut.

“Hal ini sangat mencurigakan, mungkin ada yang disembunyikan agar masyarakat tidak mengetahui adanya dugaan korupsi ini. Saya akan melaporkan temuan ini ke pihak berwajib dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kaur Desa Khairul yang diduga memiliki peran penting, belum memberikan keterangan terkait isu ini.

Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya menghubungi oknum PJS Kades Ketupat, SRL, untuk mendapat jawaban terkait persoalan tersebut, baik melalui pesan tertulis maupun panggilan telepon melalui WhatsApp, namun tidak mendapatkan respons sama sekali. (Tim)